KORANINFOKINI.COM, MALANG – Perpustakaan daerah Goris Keraf Lembata Kamis 25 september menandatangani kerja sama dengan universitas Muhammadiyah Malang.
Kerja sama antara perpustakaan daerah Goris Keraf dengan universitas Muhammadiyah Malang ini terkait Pendampingan Gerakan Lembata Baca.
Kepala dinas perpustakaan dan kearsipan daerah kabupaten Lembata Anselmus Asan Ola menjelaskan bahwa tingkat kegemaran membaca masyarakat Lembata tahun 2024 mencapai angka (bukan nilai) 56,7.
“Hasil survey perpustakaan nasional masih rendahnya tingkat kegemaran membaca ini akan berdampak luas pada kesejahteraan masyarakat,” jelas Ansel Bahi sapaan akrabnya.
Menurutnya, ketika seseorang malas membaca yang pasti terjadi adalah wawasan orang tersebut akan sempit.
“Pemahaman terhadap sebuah dinamika kehidupan yang dihadapi akan terbatas serta kemampuan analitik terhadap dinamika yang dihadapi sangat rendah,” tegas mantan sekretaris Dinas kesehatan kabupaten Lembata itu.
Dengan demikian, katanya, yang akan terjadi adalah rendahnya daya saing orang tersebut ketika bersaing dengan orang lain yang tingkat literasinya di atas.
“Ini menjadi tantangan tersendiri bagi Perpustakaan Gorys Keraf Lembata.
Ada salah satu masalah yang paling dominan yang menjadi penyebab rendahnya tingkat kegemaran membaca masyarakat Lembata adalah MEMBACA, BELUM MENJADI BUDAYA bagi masyarakat Lembata,” ucap Ansel Bahi, mantan kaban kesbangpol Lembata.
Ditegaskannya, membaca saja masih malas apa lagi menulis, memahami, menganalisa, mempraktekan dan menghasilkan?
Akar masalahnya jelas mantan camat Lebatukan ini,
Pertama : Rendahnya akses terhadap perpustakaan. Perpustakaan yang memadai dengan koleksi yang lengkap hanya di perpustakaan Gorys Keraf di Lewoleba yang hanya mampu diakses oleh penduduk disekitarnya. Penduduk di desa-desa tidak bisa mengaksesnya.
Kedua : Sistem yang belum terbentuk di tingkat desa/kelurahan untuk mengajak masyarakat menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupannya.
Ketiga : Membaca belum menjadi gerakan yang melibatkan semua stkaholder. Masyarakat masih menganggap bahwa urusan baca dan membaca hanya urusan dunia pendidikan (sekolah dan perpustakaan) bukan merupakan bagian integral gerakan mulai dari rumah, sekolah, masyarakat hingga kembali ke rumah.
Kondisi inilah menantang perpustakaan Gorys Keraf untuk mengambil langkah inovasi, antara lain :
1. Perpustakaan Gorys Keraf Goes to School. Menitipkan (bukan hibah) 100 buku setiap perpustakaan sekolah setiap 3 bulan. Ini untuk pendekatan pelayanan ke para pemustaka di sekolah-sekolah.
2. Membuat gerakan LEMBATA BACA #LEMBATASARE, yang telah di lounching oleh Bupati Lembata pada tanggal 17 September 2025.
Untuk mendukung gerakan ini, Perpustakaan Gorys Keraf harus membangun jaringan salah satunya dengan Universtias Muhamadya Malang (UMM). Dan pada haris
senin, 25 September 2025 telah di tandatangani Perjanjian Kerja Sama (MOA) antara Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Lembata dengan Pihak UMM. Adapun inti dari Kerja Sama ini adalah Pihak UMM membantu mendampingi Gerakan LEMBATA BACA #LEMBATASARE, selama 5 tahun dengan biaya dari internal UMM.
“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan Kegemaran Membaca Masyarakat dalam rangka meningkatkan daya saing masyarakat Lembata.
Harapan kami, seluruh masyarakat Lembata terlibat secara langsung dalam Gerakan ini sehingga pendampingan dari UMM ini dapat berdayaguna dan berhasil guna untuk Lewotana Lembata untuk mewujudkan LEMBATA SARE,” tutup mantan kadis pendidikan kabupaten Lembata ini.


Komentar