Penulis+editor : Wili Kristian Kali
KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Kepolisian Resort Lembata polda NTT menggelar workshop eco ensyme melibatkan seluruh bhayangkari polres Lembata, Jumat 28 November 2025.
Kapolres Lembata melalui wakapolres Lembata Kompol I Gede Sucitra mengatakan kegiatan workshop eco ensyme ini atas instruksi ketua bhayangkari pusat.
“Kegiatan ini perintah dari pengurus Bhayangkari pusat untuk seluruh bhayangkari ikut dalam kegiatan pembuatan eco enzyme yang tujuannya untuk mendapatkan sertifikat Muri,” jelas wakapolres Gede.
Lanjutnya, kegiatan eco ensyme ini dilakukan serentak se-indonesia.
“Jadi untuk bhayangkari di polres Lembata kita libatkan seluruh pengurus baik di polres maupun ranting polsek,” ucap orang nomor dua di polres Lembata polda NTT ini.
Ketua seksi kebudayaan, ibu Erna Ahmad menjelaskan, eco enzyme adalah cairan alami serba guna yg merupakan hasil fermentasi dari gula merah 0,5 kg, bahan organik/ sayur sawi, kulit buah nanas/semangka/jeruk dll 1,5 kg), air 5 liter.
“Lokasi penyimpanannya dan lama pembuatannya adalah 3 bulan di wilayah tropis, 6 bulan di wilayah sub tropis. Hasil akhirnya adalah cairan berwarna coklat tua atau coklat tergantung dari jenis buah/sayuran dan gula yang digunakan dengan aroma asam segar,” jelasnya.
Dengan membuat ECO enzyme, kata ibu Erna, bhayangkari telah berpartisipasi mengurangi beban bumi sekaligus menerapkan gaya hidup minim kimia sintetis.
“Dengan membuat Eco-Enzyme, kita mengurangi produksi limbah kimia sintetis
dan sampah plastik sisa kemasan produk rumah tangga pabrikan,” tutupnya.
Untuk diketahui, Eco-enzyme adalah cairan serbaguna yang dibuat dari hasil fermentasi sisa sampah organik (seperti buah dan sayuran), gula merah tebu, dan air. Cairan ini kaya akan mikroba baik, enzim, dan mineral yang berguna sebagai pembersih alami, pupuk, dan pestisida. Eco-enzyme juga merupakan alternatif ramah lingkungan untuk produk rumah tangga berbahan kimia sintesis.


Komentar