Kepala desa Lamau, Muslimin Bala
KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Yayasan Plan Indonesia berhasil memperbaiki sumur bor berusia 24 tahun terletak di RT 10/Rw.00, Dusun 3 ( Sabo Lela Lusi ) desa Lamau kecamatan Ile Ape Timur.
Untuk diketahui, sumur bor tersebut dibangun Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah (Kimpraswil) pada 25 tahun yang lalu saat kabupaten Lembata masih bergabung dengan Flores Timur.
Kepala desa Lamau Muslimin Bala saat ditemui Selasa 11 November 2025 menerangkan, dalam perjalanan sumur bor tersebut mulai tidak terurus.
“Dalam perjalanan sumur bor tersebut mulai tidak terurus. Waktu itu masih pakai manual dan mangkrak sekitar 24 tahun,” jelasnya.
Pada tahun 2024, lanjutnya, Plan Indonesia melakukan perbaikan.
“Untuk sumur bor yang dilakukan perbaikan oleh Plan Indonesia debet airnya 24 meter. Sementara permukaan air ke permukaan tanah hanya 12 meter. Kondisi sekarang yang dirasakan masyarakat adalah plan Indonesia bisa melakukan perbaikan dan air dapat dikomsumsi oleh beberapa keluarga,” ungkap orang nomor satu di desa Lamau itu.
Ditegaskan, orang Lamau secara keseluruhan lebih simpatik dengan programnya Plan Indonesia waktu itu bisa memperbaiki sumur yang mangkrak 24 tahun.
“Pihak plan Indonesia waktu itu siapkan dinamo,meteran listrik dan acsesoris lainnya termasuk fiber penampung air ukuran 5000 liter. Dan di tahun ini desa melakukan pembanguna bak reservoir ukuran 4×3,5 M dan tinggi 2 M 70 senti. Lalu rencana itu kita mau konek dari program Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat sebanyak 50 titik kita konektivitas agar masyarakat merasakan air yang menggunakan meteran di rumah-rumah warga,” tegasnya.
“Ada 3 mata anggaran yang kita kerjakan kolaborasi antara Plan Indonesia, dana desa tahun anggaran 2025 dan DAK,” sambung dia.

Manfaat Sumur Bor untuk Holtikultura
Kades Lamau Muslimin Bala mengatakan, Sumur Bor yang direhab Plan Indonesia berfungsi juga dengan holtikultura khususnya anak-anak muda dampingan Plan yang tergabung dalam kelompk Tani Milineal Elam Lamaau.
“Pelaksanaannya anak-anak muda. Sekarang kegiatannya sudah berjalan baik dan lancar. Semoga makanan bergizi bisa disuplay sayurnya dari Lamau. Anak-anak muda mereka siap bekerja untuk penyangga makanan bergizi,” terangnya.

Terima kasih Plan Indonesia
Ibu Maria Goreti Tuto masyarakat desa Lamau berterima kasih kepada Plan Indonesia yang sudah membantu mendekatkan air.
“Dulu belum ada sumur bor, kami pakai timba di sana, jalan kaki dengan menempuh perjalanan selama 5 menit untuk mendapatkan air mandi, masak dan mencuci. Satu hari kami bisa pulang pergi selama 5 kali angkat air dengan waktu mencapai 37 menit untuk pergi dan pulang saja selama 5 kali itu. Tetapi setelah datang Plan kami merasa lebih baik. Sekarang air sudah sampai rumah, kami tidak timba lagi. Terima kasih plan sudah membantu kami,” tutupnya.




Komentar