KORANINFOKINI.COM, LEMBATA — Pemerintah Kabupaten Lembata secara resmi melepas kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Bupati Lembata, Senin (16/3). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, S.P bersama Wakil Bupati H. Muhamad Nasir, S.Sos sebagai upaya menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Gerakan Pangan Murah merupakan program yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati didampingi oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lembata, Quintus Irenius Suciadi, S.H., M.Si, serta Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Yohanes Berchamans Daniel Dai, S.IP. Turut hadir pula seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Lembata.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, Mukhtar Hada, S.P, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) dilaksanakan sebagai langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan serta stabilitas harga pangan bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM telah dimulai sejak bulan Februari hingga Maret 2026. Pada bulan Februari, GPM telah dilaksanakan dengan total distribusi sebanyak 20 ton bahan pangan. Selanjutnya pada minggu lalu di bulan Maret, kembali dilaksanakan GPM dengan total 25 ton yang tersebar di seluruh kecamatan.
Sementara itu, untuk periode 16–21 Maret 2026, pemerintah daerah kembali menyalurkan 30 ton bahan pangan yang akan didistribusikan di delapan kecamatan di Kabupaten Lembata.
Mukhtar juga menyampaikan bahwa pada hari pelepasan kegiatan tersebut, bantuan pangan yang disalurkan mencapai 7 ton untuk dua titik distribusi yang sedang berjalan. Bantuan tersebut disalurkan menggunakan tiga unit mobil yang melayani wilayah Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur, dan Wulandoni.
Selain itu, untuk wilayah Kecamatan Nubatukan dan Omesuri, pelaksanaan kegiatan dilakukan hari ini dan esok hari karena sebelumnya sempat mengalami kendala cuaca pada minggu lalu. Pengambilan stok untuk wilayah tersebut telah dilakukan sejak hari Jumat.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa setelah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah selesai, pemerintah akan melanjutkan program Bantuan Pangan bagi masyarakat selama empat bulan ke depan yang penyalurannya akan dilakukan melalui Bulog.
Pelepasan Gerakan Pangan Murah ditandai dengan keberangkatan kendaraan operasional yang membawa bahan pangan untuk didistribusikan kepada masyarakat. Pada bagian depan kendaraan terpasang spanduk bertuliskan “Gerakan Pangan Murah” sebagai penanda dimulainya penyaluran bahan pangan murah kepada masyarakat di Kabupaten Lembata.
Setelah program bantuan pangan tersebut berakhir, pemerintah daerah juga berencana mengaktifkan Kios Pangan yang telah tersedia di setiap kecamatan. Program ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau serta menjaga stabilitas harga di tingkat masyarakat.
Melalui Gerakan Pangan Murah ini, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga kestabilan pasokan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. ( ProkompimPemKabLembata )


Komentar