KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – PLT Kepala dinas sosial kabupaten Lembata Paulus Maran buka suara terkait beredar Informasi pasien operasi mata katarak yang difasilitasi pemda Lembata dalam hal ini dinsos menginap di hotel Anisa Lewoleba keluar dari hotel mencari makan.
Dijelaskan kadis Paul, informasi itu sebenarnya hanya mis komunikasi.
“Sebenarnya itu hanya Miskomunikasi, dan sudah di selesaikan. Jadi begini kejadiannya, pas jam makan, kemungkinan pasien merasa terlalu lama menunggu kedatangan makanan, makanya mereka keluar mau cari makan, tapi pas mereka keluar, makanan juga tiba di hotel. Mereka tidak tau kalau saat itu makan dalam perjalanan,” jelasnya.
“Hanya 3 orang pasien yang sempat keluar cari makan, yang lain aman, tidak ada soal. Tetapi dari 3 orang itu, makanan yang adalah jatah atau bagian mereka tetap tersimpan,” sambungnya.
Per tanggal 7 kemarin, lanjutnya, jumlah pasien mata katarak 304 orang .
“Itu jumlah keseluruhan untuk Flotim dan Lembata, itu yang terdata sementara kemarin,” katanya.
“Dari 304 orang itu, yang dari Flotim 97 pasien, sisanya Lembata. Semua lansia dan umur 12 tahun sekitar belasan,” tambah Maran.
Yang menginap di Ayunisa, jelasnya pasien berasal dari Omesuri, Nagawutun, Ile Ape, dan Flotim.
“Pasien ada 25 orang dan pendampingnya 25 jadi jumlahnya 50 orang,” jelasnya.
Dikatakan, pasien yang mendapat giliran operasi kemarin, perbannya hari ini dibuka.
“Dan yang hari ini operasi, besok perbannya dibuka,” tutupnya.


Komentar