KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Seorang pelajar SLTA YLG (19) ditemukan meninggal dunia usai melakukan aksi nekat dengan menggantungkan dirinya pada salah satu pohon asam di bilangan Lusikawak kelurahan Lewoleba kecamatan Nubatukan Selasa 3 Maret 2026.
Kapolres Lembata melalui PS Kasie Humas Polres Lembata, IPTU Ona Pettipelohy mengungkapkan motif sementara yang diperoleh pihak kepolisian dalam hal ini unit pidum.
“Kemarin sekitar pukul 16.30 ditemukan seorang pelajar YLG (19) yang diduga bunuh diri dengan menggantungkan diri di salah satu pohon asam yang terletak di Lusikawak kelurahan Lewoleba kecamatan Nubatukan,” ungkap Iptu Ona Pattipelohy mantan KBO Binmas Res Lembata ini.
Ia menjelaskan motif kematian korban YLG.
“Motifnya yang kita dengar dari penjelasan bapak kecil korban mengatakan bahwa bapak kandung korban sering marah korban karena korban sering menggonceng perempuan,” jelas Iptu Ona.
Untuk saat ini, katanya, penyidik pidum sat reskrim polres Lembata masih mendalami penyebab utama kematian korban.
“Saat ini polisi masih melakukan pengembangan penyelidikan. Ada 5 orang saksi dalam peristiwa ini terdiri dati 1 orang tuan kos, 2 orang teman sekolah, 1 orang masuarakat 1 orang keluarga yang adalah bapak tengah.
Dari hasil visum tidak ditemukan tanda-tanda lain,” beber Iptu Ona, wanita berdarah Ambon itu.
Pada kesempatan yang sama, kanit pidana umum sat reskrim Lembata, IPDA Willy Lamapaha mengimbau kepada masyarakat apabila ada persoalan dapat diselesaikan dengan baik.
“Kejadian ini menjadi peringatan keras kepada kita semua khususnya remaja di Lembata agar tidak mengambil jalan pintas seperti ini karena sangat merugikan diri sendiri dan keluarga,” tutupnya singkat.


Komentar