KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan kelas III Lembata NTT, Antonius Semuki, sosok yang satu ini berbeda dalam membina Warga Binaan Pemasyarakatan.
Dalam menahkodai lapas Lembata selama setahun, anehnya ada warga binaan yang lupa akan hari dan tanggal bebas.
Pertanyaan media ini, Kalapas Anton Semuki menggunakan teknik apa dalam membina para WBP? Ko bisa hari dan tanggal bebas WBP lupa.
“Prinsip kita manusia diatas segalanya. Jadi kita memperlakukan mereka sama seperti kita, kita tidak membedakan mereka sebagai siapa-siapa karena hanya kulit saja yang beda tetapi di mata Tuhan kita sama,” ungkap kalapas Anton Semuki saat ditemui, Rabu 1 Oktober 2025.
“Prinsip itu yang kita pakai untuk pembinaan di sini, karena filosofi kemarin dan hari ini agar hari esok. Kemarin mereka melanggar, hari ini mereka belajar sehingga hari esok mereka mengisi semua kegiatan,” sambung mantan kepala Rutan Kelas IIB Maumere ini.
Di Lapas Lembata, terang Anton, ada WBP yang lupa akan hari dan tanggal bebas.
“Di sini ada beberapa WBP yang di saat bebas mereka tidak tau. Begitu kita panggil baru mereka kaget karena aktivitas di sini rutin kita lakukan. Kita berbaur dengan masyarakat, keluarga, pemerintah dan tokoh-tokoh agama, kita satu kali jalan. Sehingga kesannya mereka lebih banyak back up kita, sehingga mereka bisa menjelaskan kepada masyarakat dan semua orang banyak bahwa di sini sekarang beda tidak seperti sebelum-sebelumnya. WBP juga menyampaikan kepada kami bahwa belum ada kata terlambat untuk bertobat,” terang pria berdarah desa Seranggorang kecamatan Lebatukan kabupaten Lembata itu.
Pada kesempatan yang sama, Charles Lakabela selaku Kasubsi Keamanan dan Ketertiban mengungkapkan terkait kenyamanan petugas yang menciptakan.
“Bagaimana petugas menciptakan kenyamanan, bekerja sesuai dengan SOP. Pembinaan itu lurus saja, jangan belok kiri belok kanan. Itu WBP merasa nyaman,” tutupnya singkat.


Komentar