KORANINFOKINI.COM, LEMBATA — Setelah mengikuti rapat paripurna DPRD Kabupaten Lembata hingga sore hari, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, didampingi Asisten II Setda Lembata hadir di tengah masyarakat Desa Hoelea 1 untuk menyaksikan rangkaian Festival Kontaong 2026, Jumat malam (14/8/2026).
Kehadiran Bupati melengkapi momen pembukaan festival yang sebelumnya secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir. Festival yang mengusung tema “Melestarikan Tradisi Silat Kampung Masyarakat Adat Edang” tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali menghidupkan salah satu warisan budaya leluhur masyarakat adat Edang.
Setibanya di lokasi, Bupati menyaksikan secara langsung Duel Kontaong antara masyarakat Hoelea 1 dan Hoelea 2. Suasana semakin meriah ketika Bupati bersama Wakil Bupati turut mengambil bagian dalam tradisi tersebut dengan berduel bersama perwakilan orang tua atau tokoh Kontaong.
Keterlibatan langsung kedua pimpinan daerah itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Bagi Bupati, kehadiran pemerintah bukan sekadar menghadiri sebuah pertunjukan budaya, tetapi merupakan bentuk dukungan terhadap upaya masyarakat menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur karena masyarakat masih diberikan kesempatan untuk menikmati dan menghidupkan kembali warisan budaya leluhur.
“Pada malam hari ini kita dihibur oleh warisan leluhur kita. Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena masih diberikan kesempatan untuk berkumpul dan menyaksikan kembali budaya yang diwariskan oleh para leluhur kita,” ungkapnya.
Bupati mengatakan, kehadirannya di Festival Kontaong dilakukan setelah menyelesaikan agenda pemerintahan di DPRD. Sementara itu, Wakil Bupati sejak pagi menjalankan agenda pemerintahan lainnya, termasuk menghadiri kegiatan peringatan Hari Pramuka di Kecamatan Buyasuri.
Menurut Bupati, kesibukan sebagai pimpinan daerah tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya.
Bupati Kanis juga mengajak masyarakat untuk menjalani kehidupan dengan penuh kegembiraan, tetap menjaga pikiran dan hati, serta tidak melupakan akar budaya yang menjadi bagian dari perjalanan peradaban masyarakat.
“Budaya warisan kita tidak boleh dilupakan. Kita harus terus mengenang dan merawat warisan leluhur ini agar menjadi bagian dari perjalanan peradaban di kampung yang kita cintai,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah daerah, masyarakat, tokoh adat, generasi muda, serta berbagai pihak harus mengambil bagian agar warisan budaya tidak berhenti pada satu generasi.
Ia mengapresiasi Yayasan Kaya Tene yang bersama masyarakat dan pemerintah desa telah mengambil inisiatif menyelenggarakan Festival Kontaong. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
“Terima kasih kepada Yayasan Kaya Tene yang dengan semangat terus bersama masyarakat menjaga kelestarian budaya kita. Kegiatan seperti ini harus terus berjalan sehingga adik-adik kita yang masih sekolah dan masih remaja dapat mengikuti jejak orang tua dan para leluhur kita,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa Lembata memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam dan telah mendapatkan pengakuan sebagai bagian dari warisan budaya. Karena itu, upaya pendokumentasian, pelestarian, dan pewarisan budaya kepada generasi muda perlu terus diperkuat.
Ia menyebut sejumlah tradisi budaya Lembata yang telah memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya sebagai bukti bahwa kekayaan budaya daerah memiliki nilai penting yang harus terus dijaga.
Festival Kontaong 2026 sendiri menjadi salah satu bentuk nyata keterlibatan masyarakat dalam menjaga tradisi. Melalui pertemuan antargenerasi, pertunjukan, dan praktik langsung tradisi Kontaong, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal budaya dari cerita, tetapi juga memahami dan menghidupkannya dalam kehidupan masyarakat.
Bupati berharap Festival Kontaong dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak generasi muda dan komunitas adat.
“Budaya adalah identitas kita. Kalau tidak dirawat dan diwariskan, suatu saat bisa hilang. Karena itu, mari kita jaga bersama agar tradisi leluhur tetap hidup dan dapat diwariskan kepada anak cucu kita,” pungkasnya.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati yang turut mengambil bagian dalam Duel Kontaong bersama para tetua menjadi salah satu momen penting Festival Kontaong 2026. Momen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya merupakan ruang bersama yang mempertemukan pemerintah, tokoh adat, orang tua, generasi muda, dan seluruh masyarakat.
(ProkompimPemkabLembata)




Komentar