KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Kepala UPTD Puskesmas Lewoleba dr. Dalmasia Yustina Sile menepis isu dirinya bersama kedua staf terlibat kasus pembunuhan dan menyalahgunakan uang sebesar Rp. 861 juta yang diposting akun Fanesa Fadillah di group Facebok Bicara Lembata New.
“Postingan itu tidak benar, dugaan saya itu hanya mau menjatuhkan saya bersama rekan-rekan,” ungkap dr. Alma sapaan akrabnya, Senin 15 Juni 2026.

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?
“Bersama kedua staf saya, tadi kami sudah melaporkan ke kantor pihak berwajib karena sudah termasuk dalam pencemaran nama baik. Kami juga merasa tidak nyaman, terganggu dengan postingan tersebut,” tegas orang nomor satu di puskesmas Lewoleba ini menambahkan.
Kalau didiamkan, kata dia, seolah-olah ia bersama kedua stafnya mengakui postingan tersebut.
“Dan itu bisa-bisa kami jadi tersangka. Kasarnya seperti itu,” tandasnya.
Selain postingan hoax itu, salah satu stafnya juga diancam mau diviralkan.
“Kalau tidak kirim uang maka akan disebarkan. Sebelum postingan, melalui Whatsaap mereka sudah meminta uang,” katanya.
“Jadi tadi kami melaporkan bahwa kami merasa tidak nyaman, merasa terancam terutama menganggu psikis. Staf saya sampai sakit dan keringat dingin, makanya segera kami lapor,” terangnya.
dr. Alma mengaku keluarganya juga diteror melalui nomor baru.
“Jadi saya mau katakan bahwa postingan tersebut sama sekali tidak benar di group FB Bicara Lembata New. Kami tidak pernah melakukan pembunuhan dalam hal oaborsi dan penipuan yg dipostingm semua yg diposting tdk benar,” tutupnya.


Komentar