GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Polwan Polres Manggarai Timur Hadirkan Senyum Anak-Anak Pengungsi Gempa Lewat Trauma Healing

Polwan Polres Manggarai Timur Hadirkan Senyum Anak-Anak Pengungsi Gempa Lewat Trauma Healing

KORANINFOKINI.COM, MANGGARAI TIMUR — Di tengah suasana pengungsian yang masih diwarnai kekhawatiran pascagempa bumi, senyum dan tawa anak-anak kembali terdengar di wilayah Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu (16/8/2026).

Sejumlah Polisi Wanita (Polwan) Polres Manggarai Timur turun langsung menyambangi tenda-tenda pengungsian untuk memberikan pendampingan dan trauma healing kepada anak-anak yang terdampak bencana. Dengan pendekatan yang ramah dan penuh kasih, para Polwan mengajak anak-anak bermain, bernyanyi, bercanda, serta berbincang santai. Mereka juga memberikan motivasi dan semangat agar anak-anak tidak larut dalam rasa takut maupun kecemasan setelah mengalami gempa.

Suasana di lokasi pengungsian yang sebelumnya dipenuhi kekhawatiran perlahan berubah menjadi lebih ceria. Anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan sederhana yang dilakukan para Polwan.

Tawa dan senyum pun menghiasi wajah mereka ketika para anggota Polwan mengajak bermain dan memberikan perhatian secara langsung.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri membantu pemulihan psikologis masyarakat terdampak bencana, khususnya anak-anak yang rentan mengalami ketakutan dan tekanan setelah menghadapi peristiwa gempa.

Tindak Lanjuti Perintah Kapolri, Polda NTT Larang Penggunaan Vape di Lingkungan Markas Kepolisian

Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., melalui PLH. Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Sajimin, S.I.K., M.H., mengatakan kehadiran Polri di lokasi bencana tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan pemulihan psikologis masyarakat.

“Bapak Kapolda NTT menekankan bahwa Polri harus hadir secara utuh di tengah masyarakat terdampak bencana. Anak-anak juga menjadi perhatian, karena mereka membutuhkan rasa aman, pendampingan dan dukungan agar dapat melewati masa sulit ini,” ujar Kombes Pol Sajimin.

Menurutnya, trauma healing melalui aktivitas sederhana seperti bermain dan bernyanyi dapat menjadi sarana untuk membantu anak-anak mengalihkan rasa takut sekaligus membangun kembali suasana positif di lingkungan pengungsian.

“Yang dilakukan para Polwan ini adalah bentuk kepedulian. Mereka hadir untuk menghibur, memberikan motivasi dan menumbuhkan kembali rasa percaya diri anak-anak. Kami ingin mereka tahu bahwa ada banyak orang yang peduli dan siap membantu,” katanya.

Kombes Pol Sajimin menambahkan, jajaran kepolisian di wilayah terdampak akan terus memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai kebutuhan di lapangan.

Kapolda NTT Terima Piala Prestasi, Tim Karate Polda NTT Raih 7 Emas dan 4 Perunggu

“Kehadiran Polri bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pengamanan. Dalam situasi bencana seperti ini, kami juga hadir untuk memberikan pendampingan, bantuan kemanusiaan dan dukungan psikologis,” ujarnya.

Bagi anak-anak di lokasi pengungsian, kehadiran para Polwan menjadi momen sederhana namun berarti. Untuk sesaat, rasa takut akibat gempa berganti dengan keceriaan, permainan dan tawa.

Di tengah bencana, Polwan Polres Manggarai Timur membuktikan bahwa tugas kemanusiaan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana: hadir, mendengar, menghibur, dan menguatkan.

#NttPenuhKasih #PrayForFloresNTT

Kapolda NTT Pimpin Upacara Penyerahan Jabatan Karolog dan Pelepasan Purna Wirawan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *