GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Persatuan Pemuda Pelajar Saknati TTU Gelar Perayaan Nataru, Kepan Kris Salu Angkat Bicara

Persatuan Pemuda Pelajar Saknati TTU Gelar Perayaan Nataru, Kepan Kris Salu Angkat Bicara

KORANINFOKINI.COM, KEFAMENANU – Persatuan Pemuda Pelajar Saknati TTU menggelar perayaan Natal dan Tahun Baru Minggu 18 Januari 2026. Perayaan Nataru bersama itu mengusung tema “Betlehem Dalam Bingkai Budaya Atoen Meto”.

Ketua Panitia sekaligus Koordinator Pemuda Pelajar Saknati, Kristianus Salu angkat bicara.

Kris sapaan akrabnya menjelaskan, Peran Pemuda Pelajar dalam lingkungan sosial kemasyarakatan adalah agen perubahan pada tiga pilar yakni pilar pemerintah, pilar agama, dan pilar budaya (Masyarakat Adat).

Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama kali ini, lanjut Kris, mengangkat tema Budaya Atoen Meto merupakan simbol dan Nilai.

“Simbol budaya Atoen Meto merupakan ciri khas Atoen Meto dalam perspektif atone NAIBENU yang lahir dan hidup dalam tradisi turun temurun rumah adat dan Sonaf yang disatukan dari kumpulan berbagai suku,” ungkap Kris Salu, mantan mahasiswa Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jakarta ini.

Gubernur NTT Hadiri Pelantikan dan Pengukuhan TP PKK, Tekankan Sinergi dan Kolaborasi

Sementara Nilai Budaya Atoen Meto itu, kata Kris, bagian dari asas Persatuan, Gotong royong, dan Kerukunan yang sudah diwariskan sejak masyarakat sosial itu hadir dan harus diwariskan oleh generasi ke generasi.

Alumni SMAK Surya Atambua ini menjelaskan, Betlehem dalam bahasa Ibrani dari kata Beit-lehem adalah Rumah.

“Rumah yang menjadi simbol menyatukan semua umat kristiani dengan tanah yang subur, tanah yang punya kehidupan seperti Betlehem tempat lahirnya Sang Juru Selamat dan diyakini oleh manusia sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus yang dirayakan setiap hari raya natal tiba,” jelas Kris.

Dikatakannya, Persatuan Pemuda Pelajar Saknati adalah Betlehem kecil di Dusun 4 Saknati, Desa Nonotbatan, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten TTU.

“Yang lahir dari pelosok kampung dengan tanah yang subur, potensi manusia dari primitif dan kini sedang berkembang, banyak tantangan sosial, kompleksitas ketimpangan dan instrumen tiga pilar yang mengikat. Kini PPPS ingin memaknai kembali momentum Perayaan Natal dan Tahun Baru Bersama dengan tema nasional Allah hadir menyelematkan keluarga dan sub tema dalam bingkai Budaya Atoen Meto NAIBENU agar momentumnya  membawa kembali semangat persatuan, gotong royong, dan kerukunan untuk menuju perubahan bersama kelahiran Yesus Kristus di tahun 2026,” papar Kris Salu.

Pelabuhan Ferry Waijarang Lembata Lumpuh, Melki Mekeng Kontak Dirut PT. ASDP Indonesia, Bulan Depan Dikerjakan

Lebih jauh, PPPS mengajak semua komponen masyarakat Saknati tokoh pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan  para senior untuk terus bergerak bersama menuju Kuan Saknati yang lebih inklusif, modern, dan berinovasi dengan visi misi PPPS sebagai agen perubahan.

“Supaya te namuin  atone nakit nakam Lo alaha hetnekmese Ansaof Mese Bae heni mepa nao, oena haek ma ninik paku mpin Nabalaha bi hit tolas ma baki. Esan teket nakam suina bonen auja tetan moen man haek Nabalaha,” pungkas Kris Salu.

Salam Nekaf Mesef Ansaof Mese Tafen Kuana Nan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *