GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Desa Imulolong Kabupaten Lembata Tanam 500 Anakan Malapari di Lima Titik Mata Air Lereng Gunung Labalekan

Desa Imulolong Kabupaten Lembata Tanam 500 Anakan Malapari di Lima Titik Mata Air Lereng Gunung Labalekan

KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Desa Imulolong, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata NTT kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber air.

Pada Rabu 4 Februari 2026, seluruh lembaga yang berada di bawah naungan APBDes Imulolong secara serentak melaksanakan kegiatan reboisasi dan penanaman sebanyak 500 anakan Malapari di lima titik mata air yang berada di lereng Gunung Labalekan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Imulolong, Damianus Daton Tifaona, bersama Ketua BPD Imulolong, Damianus Gawen, sebagai wujud kepemimpinan dan keteladanan dalam upaya menjaga lingkungan hidup dan sumber daya air desa.

Kepala Desa Imulolong, Damianus Daton Tifaona mengatakan, dalam kegiatan ini, PT Lembata Hira Sejahtera (PT BATARA) turut berkontribusi dengan menyediakan bibit Malapari yang digunakan dalam kegiatan penanaman.

“Dukungan ini menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak swasta lokal dalam
mendorong upaya konservasi sumber air dan rehabilitasi lingkungan berbasis potensi lokal,” ungkap Damianus.

Pelabuhan Ferry Waijarang Lembata Lumpuh, Melki Mekeng Kontak Dirut PT. ASDP Indonesia, Bulan Depan Dikerjakan

Kegiatan reboisasi ini lanjut Damianus, merupakan bentuk tanggung jawab bersama antara Pemerintah Desa dan masyarakat dalam melindungi sumber-sumber air yang selama ini menjadi penopang utama kehidupan warga, baik untuk kebutuhan air minum, pertanian, maupun aktivitas sehari-hari.

“Penanaman dilakukan dengan pembagian peran yang jelas dan terorganisir. Perangkat Desa yang terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, para Kepala Seksi, Kepala Urusan, dan Kepala Dusun, bersama BPD, Linmas, serta petugas air minum desa, melaksanakan penanaman di mata air
Waior, yang berjarak sekitar 500 meter dari puncak Gunung Labalekan,” jelasnya.

“Sementara itu, RT, kader Posyandu, serta para ibu guru TK/PAUD turut mengambil bagian dengan menanam anakan Malapari di mata air yang berada di wilayah dusun masing-masing. Mata air tersebut berada pada jarak sekitar 500 hingga 700 meter dari permukiman warga, dengan rincian: Dusun I dan II di Mata Air Wairamaij, Dusun III di Mata Air Waiblaban dan Waiua, serta Dusun IV (Watuwara) di Mata Air Waibotan,” sambung kades Damianus.

Dikatakannya, tanaman Malapari dipilih karena dikenal memiliki sistem perakaran yang kuat, mampu menjaga daya resap air tanah, serta sangat sesuai untuk konservasi di kawasan lereng dan daerah tangkapan
air.

“Sebagai wujud keseriusan dan disiplin kolektif, kegiatan ini diperkuat melalui keputusan bersama yang dituangkan dalam berita acara desa. Seluruh unsur desa sepakat bahwa pelaksanaan reboisasi dilakukan secara gotong royong dan kerja bakti, sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber mata air desa. Keputusan ini menegaskan komitmen kolektif seluruh elemen desa untuk terlibat aktif dan berkelanjutan dalam upaya pelestarian alam Imulolong,” paparnya.

Bupati Lembata Resmikan Labkesmas

Pemerintah Desa Imulolong berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni semata.

“Melainkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menjaga mata air, merawat alam, dan mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Imulolong menegaskan bahwa menjaga air berarti menjaga kehidupan,” tutup Damianus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *