KORANINFOKINI.COM, LEMBATA — Pemerintah Kabupaten Lembata terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bantuan pangan tahun 2026. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penyaluran bantuan beras dan minyak goreng yang dilaksanakan secara kolaboratif bersama berbagai pihak di Desa Aramengi, Kecamatan Omesuri.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyerahkan bantuan secara simbolis kepada para penerima manfaat. Turut hadir Kepala Cabang Bank NTT Lewoleba, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), investor garam, camat, serta kepala desa setempat.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Dalam pelaksanaannya, pemerintah bekerja sama dengan berbagai instansi guna menjamin distribusi bantuan berjalan tepat sasaran, efektif, dan efisien.
Selain bantuan pangan, Bupati juga menyerahkan bantuan seragam sekolah dasar kepada empat sekolah, yakni SDK Atanila, SDI Hule, SDI Leudanung, dan SDN Wowong, dengan total 101 stel seragam. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi siswa dari keluarga dalam kategori kemiskinan ekstrem, sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan.
Pada kesempatan yang sama, Bupati turut menyerahkan dokumen Peraturan Bupati Lembata Nomor 8 Tahun 2026 tentang pendelegasian wewenang kepada camat dalam pengelolaan pasar milik pemerintah daerah di tingkat kecamatan.
Kepala Desa Aramengi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati yang dinilai mampu meningkatkan semangat pemerintah desa dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa masyarakat tetap fokus pada pembangunan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang beredar di media sosial, mengingat keterbatasan akses jaringan internet di wilayah tersebut.
Dukungan terhadap program pemerintah juga ditunjukkan melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), pembangunan gedung sembako, serta pengembangan berbagai infrastruktur desa. Di sektor pertanian dan peternakan, program Inseminasi Buatan (IB) mulai memberikan hasil, meskipun masih diperlukan penguatan pada pengisian lumbung pangan dan peningkatan kapasitas pengelolaan laboratorium.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati tidak hanya menyerahkan bantuan sosial, tetapi juga meninjau langsung sektor pertanian unggulan di Desa Aramengi.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di tingkat desa, serta mengajak seluruh perangkat desa, mulai dari kepala desa hingga Badan Permusyawaratan Desa (BPD), untuk tetap bersinergi dan tidak terpecah belah.
Bupati juga menyoroti banyaknya laporan internal desa yang masuk ke pemerintah kabupaten. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghambat percepatan pembangunan, terutama di tengah keterbatasan anggaran dan masih tingginya angka stunting.
Terkait bantuan sosial, Bupati mengingatkan masyarakat agar tidak bergantung pada bantuan pemerintah. Ia menekankan pentingnya kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan potensi lokal, khususnya di sektor pertanian.
Sebagai bagian dari transformasi sektor pertanian, Bupati memperkenalkan kebijakan baru dalam pembelian hasil panen jagung. Pemerintah daerah kini membeli jagung dalam bentuk tongkol dengan kadar air 16 hingga 20 persen, dengan harga berkisar antara Rp3.250 hingga Rp4.000 per kilogram. Ia juga menginstruksikan agar pembayaran dilakukan langsung di lokasi kebun setelah proses penimbangan, guna memberikan kepastian dan motivasi bagi petani untuk meningkatkan produksi.
Untuk mendukung permodalan, pemerintah daerah bekerja sama dengan Bank NTT melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah. Kredit di bawah Rp10 juta dikenakan bunga 3 persen, sementara di atas Rp10 juta sebesar 6 persen. Skema ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pertanian dari hulu hingga hilirisasi.
Di akhir arahannya, Bupati juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dalam pelaksanaan pesta, termasuk membatasi jam kegiatan guna menghindari dampak sosial seperti kecelakaan lalu lintas akibat konsumsi alkohol. Ia turut mendukung kebijakan gereja terkait pelaksanaan upacara Sambut Baru secara serentak dan sederhana, sebagai langkah penghematan ekonomi bagi masyarakat.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat, sehingga pembangunan desa dapat berjalan optimal demi mewujudkan kesejahteraan bersama. (ProkompimPemKabLembata)


Komentar