KORANINFOKINI.COM. LEMBATA – Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, melakukan kunjungan kerja selama dua hari, 5–6 Desember 2025, meninjau secara langsung sejumlah hamparan lahan potensial untuk pengembangan Klaster Botani sebagai fondasi kemandirian jagung industri dan penguatan ketahanan pangan daerah.

Kunjungan ini menyusuri wilayah Bean, Wei Pae, Angar Laleng Mahál, Wei Lariq Mahál 2, Natu Mahál 1, Wowong–Hule–Liang Kolong, hingga Nila Napoq–Atanila. Bupati melihat langsung potensi besar yang selama ini belum optimal dimanfaatkan, sekaligus memastikan kesiapan teknis untuk memulai implementasi lapangan program unggulan ini.
HASIL PEMETAAN POTENSI LAHAN (5–6 Desember 2025)
Kunjungan kerja Bupati menghasilkan pemetaan rinci 70–75 hektare lahan siap dikembangkan sebagai jagung industri, dengan rincian sebagai berikut:
1. Desa Bean
Perbenihan jagung & kacang hijau: 6 ha
Jagung industri: 10–15 ha
Pola IP 3x, sistem 2:1
2. Wei Paeq – Desa Panama
10 ha
Pola IP 3x
3. Angar Laleng – Desa Mahál 2
10 ha
Pola IP 3x, sistem 2:1
4. Natu – Desa Mahál 1
5 ha
Pola IP 2x, sistem 1:1
5. Wowong–Hule–Liang Kolong
20 ha
Menggunakan Irigasi Wowong
Pola IP 3x, sistem 2:1
6. Nila Napoq – Atanila
10 ha
Pola IP 2x, sistem 1:1
Total lahan siap dikembangkan: ± 70–75 hektare.
Implementasi dirancang melalui kolaborasi Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten agar seluruh tahapan berjalan efektif dan berkelanjutan.
PANEN TOMAT BERSAMA KELOMPOK TANI “KAYAQ TENE”
Di sela-sela kunjungan Klaster Botani, Bupati Lembata juga melakukan panen tomat bersama Kelompok Tani “Kayaq Tene”. Panen ini menjadi bukti nyata bahwa produktivitas petani Lembata terus meningkat, dan sektor hortikultura tetap menjadi kekuatan penting di tengah pembangunan jagung industri.
“Panen tomat hari ini membuktikan bahwa tanah Lembata subur dan masyarakat kita mampu. Jagung kita kembangkan, hortikultura tetap jalan. Yang penting kita percaya bahwa Lembata juga bisa,” ujar Bupati.

TANAM PERDANA JAGUNG DI DESA PEUSAWAH – HAMAPARAN WEI TAQ
Dalam momentum yang sama, Bupati juga melakukan tanam perdana jagung di Desa Peusawah, hamparan Wei Taq, sebagai simbol dimulainya gerakan besar Klaster Botani.
Kegiatan ini dilaksanakan bersama Camat Omesuri, Kapolsek Omesuri, Kepala Dinas Pertanian, para PPL, dan beberapa Kepala OPD lainnya, yang hadir memberikan dukungan penuh.
“Hari ini kita mulai. Dari Wei Taq, dari Peusawah, dari tanah Lembata sendiri. Ini bukan sekadar menanam benih, tetapi menanam harapan dan keyakinan bahwa Lembata juga bisa mandiri pangan,” tegas Bupati.

PESAN PENUTUP BUPATI:
“LEMBATA JUGA BISA!”** Bupati Tuaq menegaskan bahwa Klaster Botani bukan konsep, tetapi gerakan nyata dari lapangan, yang akan menjadi fondasi bagi kemandirian jagung industri, penguatan pakan ternak ayam pedaging, dan ketahanan pangan daerah.
“Saya melihat sendiri potensi yang luar biasa. Tanah kita siap, masyarakat kita siap, pemerintah siap. Lembata tidak kekurangan apa-apa—kita hanya butuh keyakinan dan keberanian untuk memulai,” tutup bupati Kanis.


Komentar