KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Bupati Lembata NTT, Petrus Kanisius Tuaq menyampaikan terima kasih kepada yayasan IDEP Selaras Alam Bali dan Lembaga Pengembangan Masyarakat Lembata yang telah menghadirkan program Dreams.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Yayasan IDEP Selaras Alam Bali dan Lembaga Pengembangan Masyarakat (Barakat) Lembata yang berkolaborasi menghadirkan Program DREAMS (Disaster Resilience through Education, Adaptation, and Mitigation Strategies) di Desa Waimatan dan Lamawolo, sebagai upaya memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, melalui edukasi terkait strategi adaptasi dan mitigasi, sekaligus pendekatan-pendekatan yang mendukung kesejahteraan dan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” ungkap bupati Kanis dalam sambutannya yang dibacakan asisten 2 Setda Lembata Donatus Ladjar saat membuka kegiatan Festival Tanah Mean, bertempat di Pemukiman Tanah Merah Waimatan, Jumat 7 November 2025.
Bupati Kanis mengapresiasi pelaksanaan Festival Tanah Mean 2025 yang merupakan puncak dari rangkaian Program DREAMS.
“Saya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang berkolaborasi
telah bersama-sama menyukseskan seluruh rangkaian Program
DREAMS sampai pada pelaksanaan Festival ini. Sebagai puncak kegiatan, pelaksanaan Festival Tanah Mean 2025 ini adalah momentum untuk melihat sejauh mana capaian yang selama pelaksanaan Program, didapatkan sekaligus memperkuat komitmen seluruh stakeholder untuk terus membangun ketangguhan komunitas, dan meningkatkan kesadaran publik terkait pentingnya adaptasi, mitigasi, dan pendidikan kebencanaan yang partisipatif dan berkelanjutan,” katanya.
“Untuk itu, saya berharap agar implementasi Program ini terus berlanjut dengan sebuah gerakan kolektif yang sinergis antara seluruh stakeholder, sehingga terus memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketahanan kita terhadap bencana dan
kelestarian alam yang berkelanjutan,” sambungnya.
Pada kesempatan yang sama Bernando Halauwet selaku Manajer Departemen Penelitian dan Pengembangan menjelaskan, IDEP Selaras Alam melanjutkan pelaksanaan program DREAMS Phase 2 untuk Desa Waimatan dan Desa Lamawolo di Tanah Merah Lembata dengan dukungan dari Caterpillar Foundation melalui Myriad USA.
“Program ini akan berlangsung dari Januari hingga Oktober dan berfokus pada penguatan ketahanan masyarakat terhadap bencana melalui pendidikan, adaptasi, dan mitigasi berbasis komunitas. Dukungan ini menjadi langkah penting bagi IDEP untuk terus memperluas dampak positif di berbagai wilayah,” jelasnya.
Sementara, Direktur LSM Barakat Benediktus Bedil Pureklolon mengatakan, kedua desa ini hidup masih dalam keterbatasan.
“Desa Waimatan dan Lamawolo ini hidup masih dalam keterbatasan di tengah situasi pemulihan. Tempat yang mereka tinggal ini bisa disebut sebagai hunian sementara, belum termasuk sebagai sebuah desa karena beluk diberi kewenangan untuk membangun desa administratif. Karena itu rawan untuk menggunakan bantuan-bantuan berupa dana desa dalam membangun infrastrukrur karena akan dipersalahkan. Ini adalah cacatan penting yang harus kita refleksikan di tanah merah ini kalau boleh ke depan status desa Waimatan dan Lamawolo yang ada di Tanah Merah perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah kabupaten Lembata,” pungkasnya.


Komentar