KORANINFOKINI.COM, LEMBATA –
Bupati Lembata NTT, P. Kanisius Tuaq bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Bunda Ursula Surat Bayo dan Staf Ahli TP PKK, Ny. Nurmila Nasir menghadiri panen perdana cabai di Desa Bour, Kecamatan Nubatukan, Sabtu (1/11/2025).
Turut hadir Kadis PMD Yos Raya Langoday, Plt. Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Muktar Hada, Camat Nubatukan Dionisius Ola beserta sejumlah pengurus PKK.
Bupati Kanis pada kesempatan itu mengatakan, panen perdana ini adalah bukti nyata kerja keras dan konsistensi dalam berusaha.
Keberhasilan ini, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi motivasi bagi ibu-ibu di Lembata untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang kosong.
“Dengan menanam cabai atau tanaman holtikultura lainnya, serta mengolahnya menjadi makanan bergizi, secara tidak langsung kita telah berkontribusi dalam menekan laju inflasi di pasar dan menjaga stok pangan tetap aman,” ungkapnya.
Bupati Kanis Tuaq menyebut cabai ini sebagai ‘Lombok Inflasi,’ yang berarti cabai dari pekarangan yang mendukung pengendalian inflasi.
“Pencapaian ini bukanlah hasil yang mudah, melainkan buah dari proses pengolahan lahan yang konsisten, ketabahan, dan keuletan para petani.
Para petani ini bekerja dengan bermandikan lumpur, bermandikan keringat, yang hasilnya itu dinikmati oleh kita semua. Karena itu, membeli ke petani jangan ditawar-tawar!” pesan Bupati Kanis tegas.
Selain itu, Bupati juga menyinggung sedikit mengenai awal program cabai ini dilaksanakan.
Program ini, katanya merupakan program Spesifik Green yang ada di Dinas PMD, sementara Dinas Pertanian tidak memiliki program serupa. Hal ini menjadi tantangan bagi Bupati dan Wakil Bupati dalam mengelola anggaran yang ada.
“Saat sekarang saya dengan pa Wakil ini kesulitan mengatur anggaran! Sudah kurang, lalu sulit lagi! Jadi dari l pemerintah pusat sudah dibagi memang, anggaran ini jatuh di kamar sini, kamar sini, kamar sini, tidak kayak dulu,” bebernya.
Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lembata, Bunda Ursula Surat Bayo, mengungkapkan bahwa panen perdana ini merupakan wujud pemanfaatan lahan dan pekarangan untuk kesejahteraan keluarga.
“Ke depan di 2026, berikan ruang kembali kepada kami ibu-ibu PKK untuk berproses dalam pemanfaatan lahan pekarangan termasuk lahan-lahan pertanian,” harap Bunda Ursula.
Sebagai informasi, di tahun 2025 ini program PKK hanya menyasar dua program kegiatan, yakni UEP dan pemanfaatan lahan pekarangan. Ketua TP PKK berkomitmen untuk semakin mengoptimalkan peran PKK dalam mendukung program prioritas pemerintah di sektor Nelayan Tani Ternak di semua tingkatan.
Bunda Ursula juga menyinggung mengenai penataan kota Lewoleba dan meminta Camat Nubatukan untuk berkolaborasi dengan ibu-ibu PKK dalam menghadirkan wajah kota yang lebih baik.
“Bapa Camat, mungkin ke depan kita harus lebih bekerjasama lagi menata kota Lewoleba agar lebih indah! Langkah pertama dari PKK adalah pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang dilaksanakan di tiap-tiap kelurahan,” pintanya.


Komentar