GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Pemkab Lembata Serahkan Penghargaan bagi 24 ASN Purna Bhakti, Bupati: Pengabdian Tak Berhenti Saat Pensiun

Pemkab Lembata Serahkan Penghargaan bagi 24 ASN Purna Bhakti, Bupati: Pengabdian Tak Berhenti Saat Pensiun

KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Pemerintah Kabupaten Lembata menyerahkan piagam penghargaan kepada 24 aparatur sipil negara (ASN) purna bhakti dalam apel kesadaran yang digelar di lapangan upacara Kantor Bupati Lembata, Senin (19/1).

Penghargaan ini menjadi penegasan bahwa masa pensiun tidak serta-merta menutup peran pengabdian seorang abdi negara.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq didampingi Sekretaris Daerah, Paskalis Ola Tapo Bali secara langsung menyerahkan piagam kepada para ASN yang telah menyelesaikan masa tugasnya setelah puluhan tahun mengabdi di berbagai unit kerja.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan kontribusi nyata mereka dalam menopang jalannya pemerintahan serta pelayanan publik di Kabupaten Lembata.

“Purna bhakti bukanlah akhir dari pengabdian. Ini adalah fase baru untuk tetap berkarya dan memberi manfaat sesuai peran masing-masing di tengah masyarakat,” ujar Bupati Kanis Tuaq dalam sambutannya.

Kapolres Belu Bagikan Perlengkapan Sekolah Hingga Coklat untuk Anak-anak SD Swasta Tuan Nurak

Sejumlah nama ASN purna bhakti yang menerima piagam penghargaan antara lain Thomas Tip Des Lelangrian dari Badan Pendapatan Daerah dengan masa kerja lebih dari 32 tahun, Marwa Umar yang mengabdi hampir 40 tahun, serta Yakobus Tupeng Ama, yang menuntaskan pengabdian selama 38 tahun di lingkungan Dinas Pendidikan.

Dari sektor pendidikan dasar dan menengah, penghargaan juga diberikan kepada Petrus Boli, Agatha Pega, Sebastianus Bala dan Juraida Lopi, yang selama puluhan tahun bertugas di sekolah-sekolah negeri di wilayah Lembata.

Selain itu, terdapat pula nama-nama seperti Martinus Pepak dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kundradus Kiwang, dari Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Godelfridus Maria Beni Labi, dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yang turut menerima penghargaan atas pengabdiannya.

Menurut Bupati Kanisius, pengalaman panjang para ASN purna bhakti merupakan modal sosial yang tetap dibutuhkan daerah, terutama dalam mendukung pembangunan berbasis komunitas.

Ia berharap masa pensiun dapat menjadi waktu istirahat yang membahagiakan, dengan kesehatan yang terjaga dan kesempatan untuk terus berkontribusi secara sosial.

Kepuasan Masyarakat Capai 80,5 Persen, Gubernur NTT Tegaskan Program Pembangunan Harus Terukur dan Berdampak Bagi Kesejahteraan

Sebanyak 24 ASN penerima penghargaan berasal dari lintas perangkat daerah, mulai dari Badan Pendapatan Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, hingga sekolah dasar dan menengah pertama negeri di Kecamatan Omesuri, Wulandoni, Nubatukan, dan sejumlah wilayah lainnya.

Mayoritas ASN purna bhakti tersebut memiliki masa kerja panjang, berkisar antara 23 hingga hampir 40 tahun, dengan terhitung mulai tanggal pensiun pada Desember 2025 dan Januari 2026 sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan komitmennya untuk terus memberikan penghargaan yang layak kepada ASN purna bhakti sebagai bagian dari upaya membangun budaya birokrasi yang menghargai pengabdian dan integritas.

Apel kesadaran ini sekaligus menjadi pengingat bagi ASN yang masih aktif untuk terus menjaga profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat. (Prokompimkablembata

Tim Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi NTT Awasi Harga dan Stok Pangan, Tegur Pedagang Jual Minyakita di Atas HET

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *