GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Mekeng Bantah Bahwa Kunker ke Australia merupakan Aksi Melarikan Diri dari Ramainya Aksi Massa

Mekeng Bantah Bahwa Kunker ke Australia merupakan Aksi Melarikan Diri dari Ramainya Aksi Massa

KORANINFOKINI.COM, JAKARTA – Anggota Komisi XI DPR RI dari Partai Golongan Karya (Golkar), Melchias Markus Mekeng, membenarkan adanya kunjungan kerja (kunker) dari Komisi XI DPR RI ke Sydney, Australia.

Kunker ini menjadi perhatian publik karena dilakukan pada saat ramainya aksi massa di wilayah Jakarta, terutama di depan Gedung DPR RI. Massa meminta agar tunjangan rumah Anggota DPR RI dihapus.

“Iya benar,” kata Mekeng seperti dilansir Tirto.id, Minggu (31/8/2025).

Dia juga membantah bahwa kunjungan kerja ini merupakan aksi melarikan diri dari ramainya aksi massa. Menurutnya, kunker ini telah dijadwalkan sejak tiga bulan lalu.

“Itu sudah tiga bulan yang lalu direncakanan,” ujarnya.

Kapolres Belu Bagikan Perlengkapan Sekolah Hingga Coklat untuk Anak-anak SD Swasta Tuan Nurak

Menurut Mekeng, dia tidak perlu kabur dan takut karena tidak memiliki kesalahan yang menimbulkan aksi besar-besaran ini.

“Ngapain kabur? Kita gak ada salah, kok kabur? Semua tugas-tugasnya kan resmi dari DPR,” ujarnya.

Sementara itu, dia mengatakan bahwa kunker ini dilakukan untuk menjalankan misi terkait dengan pembahasan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

“Kita kan sedang membahas undang-undang P2SK, peranan OJK, peranan BI, segala macam, kita harus tau,” tuturnya.

Dikatakan ketua fraksi Golkar MPR RI, dalam kunjungan tersebut para anggota Komisi XI DPR juga menemui pihak Reserve Bank of Australia (RBA) untuk meminta penjelasan soal sistem pembayaran di Australia.

Kepuasan Masyarakat Capai 80,5 Persen, Gubernur NTT Tegaskan Program Pembangunan Harus Terukur dan Berdampak Bagi Kesejahteraan

“Karena kan kita sudah punya QRIS, yang sudah dipakai di berbagai negara. Seperti Singapura, Thailand, dan Jepang,” ucapnya.

Ia menyebut, dengan adanya 100.000 orang Indonesia yang tinggal di Australia, akan sangat membantu jika qris juga diterapkan sebagai sistem pembayaran di sana.

“Kalau kita pakai Visa sama Master, itu setiap transaksi kan biaya 3 persen. Kalau pakai qris, setiap transaksi itu cuma 0,5 persen,” tuturnya.

Selain itu, kunjungan tersebut juga diperuntukkan untuk mencari tahu bagaimana Australia melakukan pemeriksaan keuangan negara.

Mekeng mengaku telah kembali ke Indonesia usai kunjungan kerja yang dilaksanakan sejak Kamis (28/8/2025) tersebut.

Tim Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi NTT Awasi Harga dan Stok Pangan, Tegur Pedagang Jual Minyakita di Atas HET

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *