GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Fraksi NasDem DPRD Lembata Minta Pemda Kembalikan Dana Desa ke Bank NTT, ini kata Fraksi Demokrat dan Golkar Indonesia

Fraksi NasDem DPRD Lembata Minta Pemda Kembalikan Dana Desa ke Bank NTT, ini kata Fraksi Demokrat dan Golkar Indonesia

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 82?

KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Fraksi Nasdem DPRD Lembata NTT meminta pemerintah untuk mengembalikan dana Desa yang selama ini ditempatkan di bank lain agar dikembalikan ke Bank NTT.

Sebab, kata fraksi Nasdem, sebelumnya Dana Desa untuk semua desa ditempatkan di Bank NTT.

“Namun sejak kepemimpinan Bupati Thomas Ola, Dana Desa juga ditempatkan pada dua bank BUMN,” tegas fraksi Nasdem pada rapat paripurna DPRD di gedung Peten Ina, Kamis 18 Desember 2025.

Fraksi Partai NasDem juga menegaskan bahwa Bank NTT telah memberikan kontribusi positif tidak saja melalui deviden yang diterima Pemerintah pada setiap tahun anggaran, melainkan juga kontribusi pada pengembangan sektor UMKM, olahraga dan lainnya
agar tetap dipertahankan.

Kapolres Belu Bagikan Perlengkapan Sekolah Hingga Coklat untuk Anak-anak SD Swasta Tuan Nurak

“Dengan bertambahnya penyertaan modal ini, ke depan, diharapkan agar kontribusi positif Bank NTT harus lebih ditingkatkan dan diperluas pada sektor-sektor lain dan menyeluruh ke semua wilayah di Kabupaten Lembata,” harap fraksi Nasdem.

Sementara Fraksi Demokrat Siap dalam pendapat akhir fraksinya menyatakan Rancangan Peraturan tentang Perubahan Perda Kabupaten
Lembata Nomor 1 Tahun 2010 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah kepada Pihak Ketiga maka fraksi Demokrat memandang bahwa langkah ini positif dan konstruktif karena meskipun berbeda secara lembaga dan fungsi namun sama-sama menjalankan tugas dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah.

Fraksi Demokrat berharap  penyertaan modal ke Bank NTT berdampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah demi memajukan kesejahteraan ribu ratu rakyat Lembata.

Hal senada juga diungkapkan fraksi Golkar Indonesia.

Fraksi Golkar Indonesia berpendapat bahwa Bank NTT adalah milik pemerintah daerah Provinsi NTT dan pemerintah daerah Kabupaten/Kota se NTT termasuk Kabupaten Lembata.

Kepuasan Masyarakat Capai 80,5 Persen, Gubernur NTT Tegaskan Program Pembangunan Harus Terukur dan Berdampak Bagi Kesejahteraan

“Maka dari itu, Penanaman modal kepada Bank NTT tidak hanya sekadar berbicara tentang deviden, tetapi juga sebagai bentuk dukungan pemerintah kabupaten Lembata kepada Bank NTT untuk dapat mencapai pemenuhan modal inti bagi Bank Pembangunan Daerah sebesar Rp 3 Triliun, sesuai Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (PJOK) No.12 PJOK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum (termasuk BPD),” jelas fraksi Golkar Indonesia.

Fraksi Golkar Indonesia juga berharap agar Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata harus bisa mendorong kebijakan Bank NTT untuk lebih mendukung pemberdayaan koperasi, UMKM, industri kecil menengah dan industri kreatif yang ada di Kabupaten Lembata.

“Fraksi Golkar Indonesia pun berharap agar penyertaan modal tersebut dikelola secara transparan, akuntabel, dan memberikan dampak positif bagi Pendapatan Asli Daerah
(PAD) serta kesejahteraan masyarakat,” pinta fraksi Golkar Indonesia.

Kehadiran Bank NTT di Kabupaten Lembata selama ini tidak saja memberikan kontribusi berupa deviden untuk meningkatkan PAD tetapi Bank NTT juga sudah memberikan perhatian yang besar dalam pembangunan Lembata.

Selama periode 2020-2025, Bank NTT telah memberikan kontribusi besar bagi Lembata, di antaranya, pembangunan wisata integrated Taman Kota Wulenluo sebesar Rp500 juta, pembangunan MCK Pantai Wisata Hadakewa sebesar Rp7 5 juta, intervensi program stunting dalam rangka HUT Bank NTT ke71 sebesar Rp34.2 juta.

Tim Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi NTT Awasi Harga dan Stok Pangan, Tegur Pedagang Jual Minyakita di Atas HET

Selain itu, Bank NTT juga melaksanakan aksi peduli stunting dalam rangka Natal dan Tahun Baru sebesar Rp50 juta, peduli stunting HUT Bank NTT ke-61 sebesar Rp12,2 juta, kembali berkontribusi pada pembangunan pariwisata integrated Taman Kota Wulenluo sebesar Rp200 juta, juga pembangunan sarana prasarana budidaya ikan air tawar sebesar Rp150 juta.

Bank NTT juga menjadi pendukung utama pembangunan Rumah Situs 7 Maret di Desa Hadakewa, Kecamatan Lebatukan sebesar Rp80,4 juta. Selain itu, Bank NTT juga sebagai sponsor utama  mendukung Persebata berlaga di Liga 3 Nasional dengan partisipasi dana sebesar Rp500 juta, dan menjadi sponsor pada penyelenggaraan ETMC 2022 dengan sumbangan sebesar Rp500 juta.

Di bidang keagamaan, Bank NTT juga aktif memberikan bantuan untuk pembangunan kapela Santu Wilhelmus Lusikawak, juga pembangunan gereja Santa Maria Semesta Alam Lewoblolong masing-masing sebesar Rp25 juta.

Total kontribusi untuk sejumlah kegiatan di atas mencapai Rp2,371 miliar.

Sementara di bidang pemberdayaan, Bank NTT telah berkontribusi dalam pengembangan ekonomi di Kabupaten Lembata melalui pendampingan dan pemasaran Jagung Titi Baleo, Kopi Baleo, dan pengembangan ikan teri Hadakewa

Untuk diketahui, melalui pembahasan alot di Gabungan Komisi, akhirnya tujuh fraksi di DPRD Lembata dalam pendapat akhir fraksi menyatakan menyetujui Ranperda tentang Perubahan Ketiga Atas Perda Nomor 1 Tahun 2010 tentang Penyertaan Modal Kepada Pihak Ketiga.

Dengan persetujuan penetapan Perda ini, maka fraksi-fraksi telah menyetujui penyertaan modal ke Bank NTT sebesar Rp7,5 miliar kepada Bank NTT selama periode tahun 2025-2029. Setiap tahun Pemkab Lembata akan menyertakan dana sebesar Rp1,5 miliar kepada Bank NTT.

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *