KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Fraksi Kebangsaan Bangsa Lembata (FKBL) meminta penjelasan pemerintah terkait penurunan target PAD dari 48 Miliar lebih ke 39 Miliar lebih.
“Bagi FKBL, ditengah kebijakan efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat, mestinya pemerintah daerah terpacu untuk lebih kreatif membangun kemandirian fiskal melalui penirigkatan FAD, bukan sebaliknya menurunkan target PAD,” tegas Juru bicara fraksi Kebangsaan Bangsa DPRD Lembata, Alexander Arakian.
Terhadap realisasi Dana Transfer yang sangat bergantung pada realisasi pelaksanaan program, lanjut Alex, fraksi memberi catatan khusus.
“Bahwa yang menjadi persoalan pada tahun anggaran menjadi penyakit bawaan berjalan yakni realisasi Dana Alokasi Khusus,” papar Alex.
FKBL juga kata Alex, memberikan dua
catatan untuk diperahatikan bersama dalam proses pembahasan perubahan
APBD Tahun Anggaran 2025.
“Pertama, Pemerintah daerah dihimbau untuk segerah memberikan bantuan air untuk kebutuhan masyarakat pada wilayah relokasi pasca bencana saroja, mengingat saat ini sudah dipuncak musim kemarau.
“Kedua, Pemerintah dihimbau untuk memberi perhatian serius terhadap ruas terhadap ruas jalan dari Lerahinga-Banitobo-Lamalela yang sangat memprihatinkan, untuk segera ditangani melalui pembahasan
Perubahan APBD TA. 2025,” tutup Alex Arakian.


Komentar