GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Uncategorized
Beranda » Berita » Bantu Tunggakan Uang Ijasah kepada 50 Siswa, Mekeng akan Membantu Renovasi Ruang Kelas di SMA Santo Petrus Kewapante Kabupaten Sikka

Bantu Tunggakan Uang Ijasah kepada 50 Siswa, Mekeng akan Membantu Renovasi Ruang Kelas di SMA Santo Petrus Kewapante Kabupaten Sikka

KORANINFOKINI.COM, SIKKA – Sebanyak 50 orang siswa-siswi SMA Santo Petrus Kewapante, Kabupaten Sikka-NTT yang selama ini ijazahnya tertunggak mendapat bantuan dari Anggota DPR-RI Melchias Markus Mekeng sebesar Rp 50 Juta Rupiah.

Bantuan tersebut diberikan pada 16 Agustus 2025 bertempat di Aula SMA Santo Petrus Kewapante.

50 orang siswa-siswi kurang mampu tersebut selama ini tertahan ijazahnyta karena menunggak pembayaran uang sekolah dan kewajiban lainnya.

Maria Etrovia mewakili alumni menyampaikan Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Melchias Markus Mekeng atas bantuan ini.

“Kami merasa sangat bahagia, karena akhirnya mereka dapat memperoleh ijazah SMA,” ungkap Maria.

Realisasi Pendapatan Daerah 2025 Capai 96,42 Persen, PAD Lembata Naik dari Tahun Sebelumnya

Untuk diketahui, SMA Santo Petrus Kewapante berdiri hampir 40 tahun dan pada saat itu merupakan salah satu SMA Unggulan di kota Maumere, seiring berjalannya waktu kondisi infrastruktur ruang kelas, ruang guru, dan aula banyak terdapat kerusakan parah dan memerlukan biaya renovasi yang tidak sedikit.

Dalam tatap muka dan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan (Pancasila,NKRI,UUD 45,Bhinneka Tunggal Ika) dengan murid, guru, kepala sekolah, camat dan tokoh masyarakat pada 1 Agustus 2025 lalu, Melchias Markus Mekeng mengatakan selain akan membantu tunggakan ijazah bagi siswa-siswi, ia juga akan mengusahakan renovasi ruang kelas di SMA Santo Petrus Kewapante.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian penuh dari saya kepada dunia pendidikan di Indonesia yang masih memerlukan perhatian khusus dari pemerintah,” tegas Melki Mekeng ketua Fraksi Partai Golkar MPR RI ini.

Dalam Rapat Kerja dengan Menteri Keuangan beberapa bulan lalu, dan dalam sarasehan MPR RI, Melchias M Mekeng kembali menyoroti alokasi anggaran bidang Pendidikan yang belum sesuai dengan apa yang tercantum pada UUD 45

“Kami melihat anggaran 20 persen APBN untuk pendidikan sudah diberikan. Tetapi penempatannya belum sesuai karena yang paling penting adalah pendidikan dasar, menengah, dan tinggi. Untuk itu dibutuhkan anggaran yang besar karena di daerah-daerah masih banyak fasilitas sekolah yang tidak layak, guru-guru tidak dibayar dengan layak, sehingga menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegas Melchias M Mekeng dalam Pidato “Merumuskan Kembali Anggaran Pendidikan Guna Mewujudkan Amanat Konstitusi Menuju Indonesia Emas 2045” di Gedung Pustakaloka, Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Sekda Lembata Tekankan Penguatan Pelaporan SPM Terpadu Melalui Koordinasi Teknis OPD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *