KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Kepolisian Resort Lembata Polda NTT Kamis 4 Desember 2025 menggelar sidang Badan Pembantu Penasehat Perkawinan Perceraian dan Rujuk (BP4R) atas nama Bripka Azwar Fitra Hasan jabatan Ba polres Lembata dengan calon istri Fitria Atapukang dan Bripda Anas Fauzi Imasyah jabatan Ba Satsamapta dengan calon istri Nur Qomaryah.
Pantauan media, acara sidang BP4R ini turut dihadiri oleh keluarga dari masing-masing pasangan.
Kapolres Lembata melalui Wakapolres Lembata, Kompol I Gede Sucitra dalam arahannya menekankan tentang kejujuran.
“Saya berpesan agar dalam berumah tangga suami istri harus menerapkan kejujuran karena kejujuran penting dalam membina rumah tangga,” pesan wakapolres Lembata tegas.
“Mari kita sama-sama memberikan dukungan moral dan semangat kepada kedua adik saya ini yang sudah berkomitmen dengan pasangan masing-masing dalam perkawinan,” sambungnya.
Kepada kedua calon Bhayangkari, orang nomor dua di polres Lembata ini berharap tetap setia mendampingi pasangan yang adalah aparat hukum negara.
“Jadi istri polisi anda harus bisa mendampingi karena mereka memiliki tugas dan profesi sebagai pelayanan masyarakat sehingga tidak menutup kemungkinan akan dipanggil tugas kapan saja dan kapan saja bisa dipindahkan ke mana saja,” harapnya.
Polisi katanya, tidak mengenal hari dan waktu libur. “Hari liburpun kalau dibutuhkan kita harus hadir, dipanggil ke kantor kapan saja,” terangnya.
Wakapolres Gede juga mengharapkan agar kedua pasangan saling meghargai perbedaan.
“Komunikasi juga penting dalam berumah tangga. Seberat apapun masalah harus ada komunikasi karena akan menjadi jembatan,” imbuhnya.
“Selamat bagi kedua pasangan, selamat melanjutkan ke tahapan selanjutnya agar sah secara agama dan diakui negara. Mudah-mudahan menjadi suami istri yang sakinah dan mawadah,” tandasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kasie propam, Ipda Fransiskus Ola mengingatkan kepada calon ibu-ibu Bhayangkari agar selalu memahami tugas suami.
“Tugas polisi begitu banyak untuk itu mohon pengertian. Sebagai istri harus mengontrol jangan sampai tindakan suami diluar dari jalur. Dan apabila teguran ibu-ibu tidak diindahkan duduk dan bicara baik-baik jangan ada kekerasan di rumah tangga. Apabila terjadi sesuatu, saya sebagai kasie propam siap menerima laporan dari ibu-ibu, tetapi saya tidak mengharapkan itu terjadi,” papar Ipda Frans.
Sementara Ketua Bhayangkari polres Lembata, menegaskan bahwa perlu hidup baik dengan tetangga.
“Kepada calon ibu-ibu Bhayangkari jangan gaya hidup mewah. Jangan lihat tetangga beli mobil baru dan kita desak suami pinjam uang untuk beli mobil baru, tidak boleh itu,” tukasnya.
“Pandai-pandailah mengatur keuangan sehingga setiap bulan hidup kita baik-baik,” tutupnya.


Komentar