KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, secara resmi membuka kegiatan “Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penasehat, Pengawas, dan Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)” se-Kabupaten Lembata, Rabu 5 November 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lembata dan diikuti oleh 488 peserta dari 122 desa yang ada di Kabupaten Lembata.
Bimbingan teknis (Bimtek) tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 5-6 November 2025, dan dilaksanakan di dua lokasi yakni Aula Ankara dan Hotel Annisa.
Dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Kepala Bidang PMD, Wenseslaus M. Pehan, dijelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas para penasehat, pengawas, dan pengurus BUMDes agar mampu menjalankan tugas pokok dan fungsinya secara efektif dan profesional.
Bimtek ini menghadirkan dua narasumber dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Oemathonis Kupang, yakni Yohanes Madi Supadi, SE., Ketua STIE Oemathonis Kupang, bersama tim akademisi lainnya.
Dalam sambutannya, Yohanes Madi Supadi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lembata, khususnya Dinas PMD, atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan serta pengembangan BUMDes.
“Kami berterima kasih atas undangan dari Pemerintah Daerah Lembata. Ini menjadi kesempatan baik bagi kami untuk mendampingi para pengelola BUMDes agar lebih profesional dan inovatif dalam mengelola potensi ekonomi desa,” ungkap Yohanes.
Sementara itu, Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini bukan sekadar kegiatan formal, melainkan langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
“Hari ini kita hadir bukan hanya untuk mengikuti pelatihan, tetapi untuk menata ekonomi desa yang mandiri ke depan. BUMDes bukan hanya lembaga formal, melainkan mesin ekonomi desa yang harus mampu menyejahterakan masyarakat sesuai dengan visi misi pembangunan daerah Lembata, Nelayan Tani Ternak,” tegas Bupati Petrus.
Beliau juga menambahkan bahwa setelah pelatihan ini, diharapkan setiap desa dapat menyusun rencana konkret pengembangan BUMDes, serta terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka kolaborasi dan penguatan ekonomi lokal.
“Setelah pelatihan ini harus ada rencana konkret ke depan. Pemerintah daerah membuka ruang koordinasi untuk elaborasi lebih lanjut. Mari kita buat Lembata berdiri di atas kekuatan sendiri,” tutup Bupati Petrus Kanisius Tuaq.***


Komentar