GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » Bupati Kanis Tuaq sebut Toleransi di Lembata Sangat Tinggi

Bupati Kanis Tuaq sebut Toleransi di Lembata Sangat Tinggi

KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Bupati Lembata NTT Petrus Kanisius Tuaq, Kamis 25 September menghadiri
kegiatan peletakan batu pertama kapela St. Stefanus Bean kecamatan Buyasuri.

Setibanya di lokasi, Bupati Lembata disambut secara adat oleh masyarakat desa Bean melalui tarian tradisional, sebuah simbol penghormatan sekaligus sukacita atas kehadiran pemimpin daerah dalam momen penting umat.

Turut hadir mendampingi Bupati yakni Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata, Kapolsek Buyasuri, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Buyasuri, Kepala Desa, serta Pastor Paroki Sta. Maria Pembantu Abadi Aliuroba, RD. Antonius Kia Uba, Pr.

Hadir pula para guru pencetus awal pembangunan Kapela Stasi St. Stefanus Bean, tokoh masyarakat, dan tokoh lintas denominasi yang menandai semangat kebersamaan dalam membangun rumah doa.

Acara peletakan batu pertama diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pastor Paroki Sta. Maria Pembantu Abadi Aliuroba. Doa ini menjadi wujud syukur sekaligus harapan agar pembangunan kapela diberkati Tuhan dan dapat menjadi berkat bagi seluruh umat.

Bupati Lembata Resmikan Labkesmas

Sejarah Stasi St. Stefanus Bean

Stasi St. Stefanus Bean berdiri sejak tahun 1992 dengan jumlah umat sekitar 70 Kepala Keluarga (KK). Selama lebih dari tiga dekade, umat setempat tetap setia menjalankan kehidupan beriman meski dengan keterbatasan sarana dan prasarana. Kapela lama yang sudah tidak layak pakai menjadi alasan utama umat berinisiatif membangun rumah doa baru yang lebih representatif sebagai pusat peribadatan dan pembinaan iman.

“Kapela yang lama sudah tidak layak. Karena itu, umat bersepakat untuk membangun yang baru agar iman bisa bertumbuh dengan lebih baik. Ini bukan hanya soal bangunan, tetapi soal harapan dan masa depan umat di Bean,” ujar salah satu tokoh umat.

Sementara, Bupati Lembata, P. Kanisius dalam sambutannya menekankan bahwa pembangunan rumah ibadah tidak sekadar proyek fisik, tetapi juga bagian dari pembangunan spiritual dan sosial masyarakat.

“Hari ini kita bukan hanya meletakkan batu pertama untuk sebuah bangunan kapela, tetapi kita menanamkan nilai-nilai persatuan, kebersamaan, dan toleransi. Toleransi di Lembata sangat tinggi, dan ini harus terus kita jaga. Rumah ibadah menjadi bukti nyata bahwa umat beriman selalu bekerja sama dalam mewujudkan cita-cita bersama,” ujar Bupati.

Pemkab Lembata Perkuat Sinergi dengan Muhammadiyah melalui Silaturahmi Nasional

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Kapela St. Stefanus Bean sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menekankan kolaborasi antarumat, antarwarga, dan kemitraan antara pemerintah dengan masyarakat.

Sebagai bentuk perhatian, katanya, pemerintah daerah tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga memberikan dukungan nyata.

Bupati Kanis bersama jajaran pejabat yang hadir menyerahkan bantuan berupa material untuk membantu proses pembangunan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban panitia pembangunan dan mempercepat terwujudnya rumah doa yang baru.

“Pemerintah hadir bukan hanya memberi semangat, tetapi juga ikut menopang. Kami berharap umat Bean tidak berjalan sendiri, melainkan bersama-sama dengan pemerintah dan seluruh pihak terkait,” tegas Bupati.

Visi Pertanian dan Kesejahteraan Rakyat

Pemkab Lembata dan Forkopimda Perkuat Sinergi Tangani Isu Strategis Daerah

Menariknya, dalam kesempatan itu Bupati juga menyinggung pentingnya pembangunan ekonomi masyarakat. Ia mengaitkan pembangunan rumah ibadah dengan upaya peningkatan kesejahteraan warga, khususnya melalui sektor pertanian.

Bupati menekankan pentingnya pengelolaan potensi lokal dengan memperkuat program klaster bibit jagung sebagai bahan baku pakan ternak, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern melalui metode SSID (Survey, Soil classification, Investigation, and Design). Hal ini diyakini dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Pembangunan rumah ibadah harus sejalan dengan pembangunan ekonomi rakyat. Kapela ini nantinya bukan hanya tempat umat menguatkan iman, tetapi juga sumber motivasi untuk terus berkarya, membangun pertanian, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tandas Bupati.

Dukungan dan Harapan Umat

Tokoh masyarakat, tokoh agama, serta umat yang hadir menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah. Mereka menilai kehadiran Bupati dan pejabat daerah menjadi bukti bahwa umat di pelosok tetap mendapat perhatian dalam pembangunan daerah.

“Kami sangat bersyukur. Pemerintah hadir bersama kami umat kecil di Bean. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk bergotong royong, saling menopang, dan bekerja sama agar pembangunan kapela ini berjalan lancar,” ungkap seorang tokoh masyarakat.

Simbol Persatuan dan Toleransi

Pada kesempatan ini, Pemerintah Kabupaten Lembata juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada saudara-saudari umat Muslim yang turut hadir serta mendukung pembangunan Kapela St. Stefanus Bean. Kehadiran tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan dan persaudaraan lintas iman yang senantiasa terjaga di tanah Lembata.”

Pembangunan Kapela St. Stefanus Bean bukan hanya simbol iman umat Katolik, tetapi juga simbol persatuan, toleransi, dan kebersamaan masyarakat Lembata. Dukungan lintas pihak, mulai dari pemerintah, tokoh agama, hingga masyarakat umum, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas budaya lokal.

Dengan semangat persaudaraan dan dukungan penuh dari berbagai pihak, umat Stasi St. Stefanus Bean optimistis pembangunan kapela ini dapat segera rampung. Kelak, bangunan tersebut akan menjadi pusat peribadatan yang megah sekaligus wadah pembinaan iman, persaudaraan, dan penguatan sosial budaya masyarakat Bean.(Prokompimpemkablembata)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *