GESER UNTUK LANJUT MEMBACA
Berita
Beranda » Berita » ADPRD Jhon Batafor sebut Program Bupati Lembata Lomba Titi Jagung Bawa Potensi Besar untuk Pariwisata dan akan jadi Lirikan Dunia

ADPRD Jhon Batafor sebut Program Bupati Lembata Lomba Titi Jagung Bawa Potensi Besar untuk Pariwisata dan akan jadi Lirikan Dunia

KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Anggota DPRD Lembata NTT F-NasDem Jhon Batafor menyebut program bupati Lembata Kanis Tuaq membawa potensi besar untuk pariwisata.

“Bagi saya, Point penting dalam program ini adalah, Langkah Mitigasi perubahan iklim lewat pangan lokal, Pariwisata, dan Ekonomi masuk semua dalam 1 bingkai program tu,” kata Jhon Batafor, Jumat 19 September 2025.

Menurut Jhon, ia tertarik dengan program itu meski tidak sedikit pihak yang menertawakan program bupati ini.

“Tapi bagi saya ini Luar biasa namun perlu di poles lebih baik dan berkelanjutan,” ucap Jhon.

Program ini kata Jhon, kalau benar-benar di poles dan dilanjutkan dengan baik maka akan jadi lirikan dunia.

Kapolres Belu Bagikan Perlengkapan Sekolah Hingga Coklat untuk Anak-anak SD Swasta Tuan Nurak

Jhon mengatakan, program ini menghubungkan Pangan Lokal dengan Pemanasan Global dan Pariwisata Berkelanjutan.

“Program yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Lembata ini juga sejalan dengan isu global yang semakin mendesak – Pemanasan Global. Makanan lokal yang berbasis pada hasil bumi setempat, seperti jagung, tidak hanya lebih ramah lingkungan tetapi juga membantu mengurangi jejak karbon yang ditinggalkan oleh impor makanan dari luar daerah,” tegasnya.

“Dengan mengurangi ketergantungan pada produk impor dan beralih ke pangan lokal, kita turut berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim yang semakin nyata,” sambung Jhon.

Bagi sektor pariwisata, jelas Jhon, program ini membawa potensi besar.

“Pariwisata berkelanjutan menuntut adanya keterlibatan komunitas lokal dalam menjaga tradisi dan produk lokal mereka. Wisatawan asing yang datang ke Lembata dapat terlibat langsung dalam perayaan kuliner lokal, mempelajari cara-cara tradisional pengolahan pangan, serta menikmati sajian khas yang penuh makna dan cerita. Mereka tidak hanya mendapatkan pengalaman wisata yang otentik, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi lokal dan menjaga kelestarian budaya,” jelasnya.

Kepuasan Masyarakat Capai 80,5 Persen, Gubernur NTT Tegaskan Program Pembangunan Harus Terukur dan Berdampak Bagi Kesejahteraan

Dikatakannya, Destinasi wisata baru yang unik di Lembata ke depannya mapping lokasi-lokasi masyarakat yang aktif Titi jagung atau pemerintah dapat membuka galeri budaya lokal termasuk Titi jagung sehingga setiap wisatawan yang datang dapat belajar langsung tentang proses dan membuat jagung Titi sendiri oleh mereka.

“Hal ini tentunya dapat menciptakan pengalaman baru yang unik bagi wisatawan dan menambah PAD Lembata bila dibuat galeri budaya yang mana didalamnya banyak aktivitas Budaya yang disiapkan sebagai model pembelajaran bagi wisatawan sebelum berkunjung ke destinasi nyata di masyarakat,” bebernya.

“Sinergi Masyarakat dan Wisatawan dalam Menjaga Lingkungan
Melalui acara seperti lomba titi jagung ini, Pemerintah Kabupaten Lembata bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda, pentingnya menjaga kelestarian budaya pangan lokal serta manfaatnya dalam menjaga alam. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi wisatawan asing untuk ikut serta dalam kegiatan yang memiliki dampak positif terhadap lingkungan dan ekonomi lokal,” imbuhnya.

Jhon juga mengajak semua pihak untuk mendukung langkah-langkah kecil yang berdampak besar ini.

“Sebagai bagian dari inisiatif ini, saya mengajak semua pihak, baik warga lokal, wisatawan, serta pengusaha pariwisata, untuk mendukung langkah-langkah kecil yang berdampak besar. Mulai dari konsumsi pangan lokal hingga mendukung kegiatan yang ramah lingkungan, kita semua dapat menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan Pemanasan Global,” tandasnya.

Tim Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan Provinsi NTT Awasi Harga dan Stok Pangan, Tegur Pedagang Jual Minyakita di Atas HET

Tindak Lanjut dan Partisipasi Wisatawan

Kegiatan ini, papar Jhon menjadi ajang bagi wisatawan asing untuk memahami lebih dalam tentang pentingnya mencintai pangan lokal, memperkenalkan mereka pada budaya Lembata yang kaya, dan memberikan dampak positif pada pariwisata berkelanjutan.

“Saya percaya bahwa pariwisata yang mendukung pelestarian lingkungan dan tradisi lokal akan memberikan manfaat jangka panjang bagi Kabupaten Lembata. Saya bersama Taman Daun akan melibatkan lebih banyak wisatawan asing untuk ikut lomba Titi jagung dan terlibat dalam mendukung program-program seperti ini, yang bukan hanya bermanfaat bagi mereka yang berkunjung, tetapi juga bagi masyarakat Lembata yang berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan dan budaya kita sendiri,” tukas Jhon.

Akhirnya, saya mengajak seluruh lapisan masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama merayakan Hari Ulang Tahun Otonomi Daerah Kabupaten Lembata dengan ikut serta dalam “Lomba Titi Jagung antar OPD” pada tanggal 12 Oktober 2025 di Halaman Kantor Bupati Lembata. Mari kita bangga dengan pangan lokal dan turut serta dalam menjaga keberlanjutan alam demi masa depan yang lebih baik,” tutup Jhon.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *