KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Persoalan bahan bakar minyak (BBM) di kabupaten Lembata belum menemukan titik terang.
Antean panjang setiap hari sering terjadi di SPBU Tanah Merah Ile Ape. Hal ini memantik anggota DPRD F-Gerindra Capt. Blasius Huklele Gole buka suara.
Ia mempertanyakan kerja pemerintah kabupaten Lembata.
“Rapat bolak balik ada hasil kan, siapa yang lemah dalam pengawasan ini, kuota yang kurang atau apa, urus BBM harus butuh keterbukaan semua. SPBU tanah merah mengalami antrean karena Waijarang dengan Balauring belum tentu ada BBM maka semua terfokus di Tana Merah, sementara dia punya kemampuan tebus berapa. Kalau kita mau runut, mari kita runut, kita buka data, setiap hari yang dipesan bio solar itu berapa KL. Kalau kita mau ketemu angkat kuota tahunan. Kuota tahunan kan ada 3000 lebih KL bio solar,” terang Capt. Vigis Koban sapaan akrab Capt. Blasius Huklele Gole.
Ia menjelaskan, dari kuota ada 3 SPBU yang menjual subsidi bio solar, bagi saja kalau tidak kemampuan tebus.
“Sekarang kuota itu diusul oleh siapa?kan pemerintah yang usul. Jadi kita mau buat satgas, sudah sejauh mana, tetap begini terus. Coba simpulkan data-data semua, ketahuan ini, salah di mana dan lemah di mana. Sementara masyarakat kota sendiri memgamuk, setiap hari mereka dipaksanakan beli botolan. Dan sudah terbiasa beli botolan 20 ribu, sudah terbiasa. Kalau seperti ini buka dong pertamax dalam kota, pertamax kan 12.200 1 liter,” katanya tegas.
“Sekarang keberanian pemerintah saja terhadap pertamina. Pemerintah harus berani, kalau dia tidak bisa lagi ya tutup, kenapa tidak tutup, ada apa? Kan begitu, harus dievaluasi, kasus inikan sudah sekian lama,” sambung ketua komisi II DPRD Lembata ini.
Bukti hari ini, lanjutnya, nelayan di bagian kampung nyamuk kalau terima dari pengecer pertama sekitar 12.000 dan dipengecer kedua bisa 13-15 ribu.
“Ini terjadi di kampung Labala, kenapa?karena dia tidak mau pergi antre, karena belum tentu dapat. Kalau mau dibiarkan terus begini jangan libur, kalau mau cari solusi mari kita cari, kejar pertamina dan semua pegang data. Kita punya data manifest bongkaran, tidak pernah ditipu manifest bongkaran itu. Berapa banyak yang dibongkar dalam 1 bulan, kan itu aja,” pungkas capt. Vigis Koban. **


Komentar