KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lembata NTT terus berkomitmen memberikan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan. Salah satunya melalui program asimilasi, yang memberikan kesempatan kepada WBP untuk mengembangkan keterampilan sekaligus mempersiapkan diri sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.
Kepala Lapas kelas III Lembata, Antonius Semuki mengatakan, melalui program tersebut, WBP dilibatkan dalam berbagai kegiatan kemandirian, di antaranya peternakan ayam, pertanian, perkebunan, pembuatan batako, hingga pekerjaan pertukangan.
“Berbagai aktivitas ini dilakukan secara aktif, mulai dari merawat dan memberi pakan ternak, menyiram serta merawat tanaman sayuran, hingga mengerjakan proses produksi batako dan pengolahan kayu,” katanya Sabtu 26 September 2026.

Kegiatan pertanian dan peternakan, lanjutnya menjadi salah satu bentuk pembinaan yang mendorong WBP untuk memiliki keterampilan praktis dan rasa tanggung jawab.
“Hasil dari kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan nilai manfaat, baik dalam mendukung program ketahanan pangan maupun sebagai pengalaman yang dapat dikembangkan setelah WBP menyelesaikan masa pidananya,” jelasnya.
Sementara itu, lanjutnya, keterlibatan dalam pekerjaan pertukangan dan pembuatan batako menjadi wadah bagi WBP untuk mengasah keterampilan kerja yang memiliki nilai ekonomis.
“Dengan bekerja secara disiplin dan bertanggung jawab, WBP diberikan ruang untuk membangun kembali kepercayaan diri serta mempersiapkan kemampuan yang dapat digunakan sebagai bekal hidup di tengah masyarakat,” ucapnya.
“Melalui program asimilasi ini, Lapas Kelas III Lembata tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, tetapi juga menjadi ruang pembinaan dan pembentukan kemandirian. Setiap keterampilan yang diperoleh diharapkan menjadi bekal bagi WBP untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif setelah kembali ke masyarakat,” tutup orang nomor satu di Lapas Lembata ini.




Komentar