KORANINFOKINI.COM, LEMBATA – Wakapolres Lembata polda NTT Kompol Fakrhruddin, S.Sos., M.Hum.. CIAS, CELM, CPPSDM memaparkan empat program utama polri dalam mendukung program asta cita bapak presiden Prabowo terkait ketahanan pangan.
“Polri mendukung program asta cita dari bapak presiden Prabowo terkait ketahanan pangan, seperti lahan-lahan CPCL, lahan reguler serta program bapak kapolda NTT yang betul-betul kelompok tani itu dibina, diarahkan dan bisa menghasilkan yang maksimal,” ungkap wakapolres Kompol Rudi sapaan akrabnya dihadapan para anggota Bhabinkamtibmas polres Lembata, Kamis 12 Maret 2026.
Dijelaskan, program ketahanan pangan nasional yang dibackground oleh polri ada 4.
“Yang pertama pekarangan bergizi. Jadi tidak perlu lagi masyarakat membeli cabe, tomat dan sayur di pasar karena mereka bisa mendapatkannya di pekarangan rumah sendiri termasuk peternakan ayam dan ikan lele
Yang kedua lahan produktif yang selama ini sudah dijabarkan dengan lahan CPCL, reguler dan program bapak kapolda
Yang ketiga adalah pengawasan distribusi alsintan dan bibit. Dibagi oleh pemerintah supaya dipastikan sampai kepada yang berhak menerima
Yang keempat yang dijabarkan bapak kapolri adalah rekrutmen dari sumber SMK pertanian, perikanan dan termasuk dari kesehatan. Selama ini sudah berjalan, sehingga yang menjadi ujung tombak adalah teman-teman bhabinkamtibmas. Untuk itu kita minta semangat sehingga pelaksanaan tugas itu bisa maksimal dan betul-betul profesional dalam melaksanakan tugas serta menjaga citra kepolisian,” beber kompol Rudi.
Tegaskan Sikap Tampang
Wakapolres Lembata juga menegaskan kepada anggota Bhabinkamtibmas untuk bersikap Tampang
“Saya menegaskan sikap tampang. Sebelum kita memberikan pelayanan kepada masyarakat harus dipastikan bahwa Uniform atau pakaian kita itu yang bagus, rapi sesuai dengan aturan-aturan kepolisian,” tegasnya.
Kepada anggota Bhabinkamtibmas, orang nomor dua di res Lembata ini meminta anggota selalu memberikan himbauan penyuluhan kepada masyarakat.
“Mereka harus lebib banyak memberikan himbauan-himbauan penyuluhan kepada masyarakat dengan mendekatkan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua tokoh-tokoh yang ada di wilayah masing-masing. Kemudian memberikan edukasi dalam berbagai hal dengan sifatnya positif yang berkaitan menjaga Harkamtibmas apalagi menjelang hari raya idul fitri. Artinya bahwa toleransi umat beragama benar-benar ditonjolkan oleh warga melalui sentuhan-sentuhan dari para Bhabinkamtibmas,” harap mantan wakapolres Malaka itu.
“Terkait hal-hal yang sifatnya potensi rawan gangguan kamtibmas, seperti miras, agar dapat menghimbau dan mengedukasi dengan menggunakan tahapan preemtif, preventif, dan represif yang harus dikedepankan secara humanis,” tutup mantan kasat Lantas polres Belu ini.


Komentar